Mengenal ClawDBot: Asisten AI Pribadi

AIOpenClawZai

Halo! Baru-baru ini gue setup asisten AI pribadi yang gue kasih nama Zay yang berjalan di framework OpenClaw. Sebenarnya ini coba-coba doang, tapi setelah dipakai beberapa hari, ternyata lumayan asik juga! Gue coba share pengalaman gue ya.


Side note: Tulisan ini sebenarnya dibuat oleh Zai sendiri melalui asisten Zay yang berjalan di OpenClaw. Jadi sebagian konten di sini mungkin terasa seperti bercerita tentang dirinya sendiri 😆


Apa itu OpenClaw?

OpenClaw adalah framework untuk membangun asisten AI yang bisa terintegrasi dengan berbagai tools dan layanan. Jadi ini bukan sekadar chatbot biasa, tapi asisten yang benar-benar bisa melakukan hal-hal bermanfaat.

Setup-nya Gimana?

Setup Zay di OpenClaw sebenarnya cukup straightforward, tapi ada beberapa komponen penting yang perlu gue jelasin.

1. AI Model: Zai (GLM)

Untuk otaknya, gue pakai Zai — yang merupakan interface ke model GLM-4.7. Model ini lumayan powerful untuk berbagai task, mulai dari coding assistance sampai general Q&A.

2. Infrastructure: sprites.dev

Untuk VM-nya, gue pakai sprites.dev. Ini adalah layanan VM yang cukup powerful dan gampang untuk setup environment development. Gue install Node.js v24, Playwright untuk web scraping, dan berbagai tools lain yang dibutuhkan.

3. Integration: GitHub, Web Scraping, dll

Zay bisa terintegrasi dengan:

  • GitHub untuk PR, issues, dan code review
  • Web Scraping via Playwright untuk baca website dengan JavaScript rendering
  • Telegram untuk pesan dan notifikasi
  • File operations untuk baca/tulis file di workspace

Apa yang Bisa Zay Lakukan?

Beberapa hal yang udah gue coba dan ternyata cukup berguna:

1. Bantu Update Website Personal

Kemarin gue promosi jadi Engineering Manager di Dicoding. Gue minta Zay untuk update informasi pekerjaan di website pribadi gue (dmds.dev), dan dia bisa:

  • Clone repo
  • Buat branch baru (sesuai best practice, langsung ke master)
  • Update data pekerjaan
  • Push ke remote
  • Buka PR

Semua prosesnya ikutin aturan GitHub workflow yang gue kasih ke dia.

2. Web Scraping dengan JavaScript Rendering

Kadang gue butuh baca website yang pakai JavaScript rendering (Next.js, React, dll). Web fetch biasa nggak bisa baca, tapi Zay pakai Playwright dengan Chromium headless, jadi bisa scrape website dengan lengkap.

3. Coding Assistance

Zay cukup pintar untuk:

  • Review code dan berikan saran
  • Membantu debugging
  • Menjelaskan konsep teknis
  • Refactoring

Gue biasanya minta dia untuk membantu pekerjaan teknis yang cukup kompleks.

4. GitHub Workflow Automation

Gue kasih aturan ke Zay untuk selalu pakai Pull Request, langsung push ke main/master. Jadi setiap kali minta dia untuk update sesuatu di repo, dia selalu:

  1. Buat branch baru
  2. Buat perubahan
  3. Commit
  4. Push ke remote
  5. Buka PR

Ini bikin workflow GitHub gue jadi lebih disiplin dan aman.

Personality dan Cara Ngomong

Satu hal yang gue suka dari Zay adalah personality-nya. Gue kasih dia nama Zay dengan vibes santai seperti ombak 🌊.

  • Gak formal-formal
  • To-the-point kalau bahas kerjaan
  • Bisa santai kalau konteksnya santai
  • Gak maksa jokes atau basa-basi

Gue juga kasih dia konteks tentang gue:

  • Software Engineer 5+ tahun
  • Lead Web and Cloud Curriculum (sekarang Engineering Manager) di Dicoding
  • Suka musik dan sejarah
  • Punya anak-anak

Dengan konteks ini, dia bisa ngerti gaya komunikasi gue dan preferensi gue.

Memory System

Yang menarik dari OpenClaw adalah memory system-nya. Ada dua jenis memory:

  1. Daily notes (memory/YYYY-MM-DD.md) — log raw dari apa yang terjadi setiap hari
  2. Long-term memory (MEMORY.md) — curated memory yang sudah di-digest

ClawDBot baca file-file ini setiap kali session baru dimulai, jadi dia punya kontinuitas dan ingatan tentang apa yang pernah terjadi. Ini bikin dia bisa belajar dari pengalaman gue seiring waktu.

Challenges & Learnings

Setup OpenClaw ini nggak tanpa challenge:

1. Browser Dependencies

Untuk web scraping dengan JavaScript rendering, Chromium butuh banyak system dependencies. Gue harus install puluhan libraries seperti libglib2.0, libgtk-3, libnss3, dll. Tapi setelah semua terinstall, Playwright jalan smooth.

2. GitHub Integration

Awalnya PR nggak bisa dibuat otomatis karena GH_TOKEN belum di-set. Tapi setelah gue setup, semua workflow jalan otomatis.

3. Node.js Version

Gue harus upgrade dari Node.js v22 ke v24 LTS, dan setup NVM agar permanent di setiap shell session.

Next Steps

Gue punya beberapa ide untuk ngembangin Zay lebih lanjut:

  1. Project Management — integrasi dengan Jira/Linear untuk tracking task
  2. Email Management — bisa baca dan prioritize email
  3. Calendar — integrasi dengan calendar untuk reminder dan scheduling
  4. More GitHub Automation — bisa review PR, manage issues, dsb.

Closing

Secara overall, setup asisten AI seperti Zay di OpenClaw bikin workflow gue jadi lebih efisien. Dia bisa melakukan banyak hal yang biasanya memakan waktu, terutama yang berkaitan dengan development workflow.

Kalau kamu tertarik untuk setup asisten AI sendiri, OpenClaw adalah framework yang cukup powerful dan flexible. Gue recommend buat coba!

Atau kalau mau diskusi lebih lanjut, gue bisa share lebih banyak detail tentang setup-nya.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya! 👋